JENIS-JENIS TAFSIR AL QURAN LEWAT PENDEKATAN FIQH

Tafsir fiqhy merupakan salah satu corak penafsiran yang sangat dikenal dikalangan umat Islam baik salaf maupun khalaf, perkembangan penafsiran dengan menggunakan pendekatan fiqhi telah ada sejak masa Rasulullah Saw hingga masa perkembangan madzahib al-fiqhiyyah bahkan hingga saat ini sebagaiman yang telah kami uraikan sebelumnya .Kendatipun keberadaan corak penafsiran al-Qur’an dalam bentuk ini telah ada sejak masa wahyu di turunkan akan tetapi pada perkembangannya telah melalui beberapa tahap dalam beragam bentuk metode penyajiannya. Adapun metode penyajian yang kita kenal saat ini ada empat yaitu; metode tahlily, ijmaly, muqaran, dan maudhu’i.

Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi juga menggunakan salah satu metode dari empat metode penyajian di atas, diantaranya adalah :

  1. Tafsir Fiqhy Tahlily : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan  metode penyajian tahlily diwakili oleh kitab Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya Muhammad bin Jarir ath-thabary yang selanjutnya dikenal dengan Tafsir ath-Thabary, kitab ini merupakan presentasi dari fiqhi asy-Syafi’iyyah meskipun dalam pembahasannya Imam ath-Thabary lebih banyak menggunakan mazhab sendiri ketimbang terkontaminasi dengan madzhab yang sudah ada pada masa itu, kemudian kitab al-Jami’ li ahkam al-Qur’an karya Abu Bakar al-Qurthuby, kemudian kitab Ahkam al-Qur’an karya Abu Bakar Ibnu al-’Araby yang keduanya merupakan presentasi dari kitab tafsir fiqhy madzhab al-Malikiyyah, kemudian kitab Ahkam al-Qur’an karya Imam Abu Bakar Ahmad bin ar-Razy al-Jashshash yang kemudian dikenal dengan nama Ahkam al-Qur’an li al-Jashshash yang merupakan presentasi dari kitab fiqhi madzhab al-Hanafiyyah, kemudian kitab fath al-Qadir karya Muhammad bin ‘Ali Asy-Syaukany dan kemudian kitab Tafsir ayat al-Ahkam karya Ali Ash-Shabuny.
  2. Tafsir Fiqhy Ijamly : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan  metode penyajian ijmaly diwakili oleh kitab Ahkam al-Qur’an li Asy-Syafi’i yang dikumpulkan oleh Imam al-Baihaqy.
  3. Tafsir Fiqhy Muqaran : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan  metode penyajian Muqaran diwakili oleh kitab Tafsir ath-Thabary, Al-Qurthuby , dan Tafsir Ibnu Katsir. Kitab-kitab tafsir tersebut melakukan pendekatan muqaran dalam menguraikan ayat-ayat yang menimbulkan beberapa perselisihan utamnya ayat-ayat yang berhubungan dengan hukum.
  4. Tafsir Fiqhy Maudhu’i : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan  metode penyajian Mudhu’i diwakili oleh kitab Ahkam al-Qur’an li al-Jashshash, kemudian kitab Tafsir ayat al-Ahkam karya Ali Ash-Shabuny.
  5. Tafsir Fiqhy Tahlily Maudhu’i : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan metode penyajian Tahlily Mudhu’i diwakili oleh kitab Ahkam al-Qur’an karya  al-Jashshash dan kitab Tafsir al-Munir karya Dr. Wahbah al-Zuhaily. Kitab tersebut menguraikan ayat-ayat secara tahlily dengan memberikan tema pada setiap kelompok ayat yang akan ditafsirkan.
  6. Tafsir Fiqhy Tahlily Muqaran : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan  metode penyajian Tahlily Muqaran diwakili oleh kitab Tafsir ath-Thabary, Al-Qurthuby , dan Tafsir Ibnu Katsir. Kitab-kitab tersebut menguraikan ayat secara tahlily dengan menguraikan perbandingan-perbandingan antara pendapat para fuqaha’ lalu berusaha mentarjihkan dan atau menkompromikan antara satu pendapat dengan pendapat lainnya dengan mengacu pada dalil-dalil yang shahih.
  7. Tafsir Fiqhy Tahlily Ijmali : Penafsiran al-Qur’an lewat pendekatan fiqhi dengan menggunakan  metode penyajian Tahlily Ijmaly diwakili oleh kitab Ahkam al-Qur’an karya Abu Bakar Ibnu al-’Araby.

Seluruh kitab tafsir yang kami sebutkan di atas hanyalah sebahagian kecil dari kitab-kitab tafsir fiqhy yang menurut kami dapat mewakili seluruh bentuk ragam metode penyajian mulai dari metode tahlily, ijmaly, muqaran, dan maudhu’i, atau penggambungkan dua metode penyajian dalam satu bagian kerangka metodologi penulisan tafsir yang dimaksudkan untuk dapat memudahkan para mujtahid dan umat Islam secara keseluruhan dalam memahami al-Qur’an secara utuh.

Selain dari jenis dan corak tafsir fiqhy di atas terdapat pula corak tafsir fiqhy yang lain yang disebut dengan istilah Tafsir al-Fqhy al-Haditsiyyah; yaitu penafsiran ayat-ayat ahkam lewat riwayat hadis-hadis Rasulullah Saw atau atsar dari sahabat beliau, corak ini diwakili oleh kitab-kitab hadis seperti Shahih al-Bukhary, Shahih Muslim, Jami’ at-Tirmidzy, Sunan Abi Daud, Sunan An-Nasi’i, Sunan Ibnu Majah, al-Mustadrak yang didalamnya terdapat satu kitab khusus yaitu kitab at-Tafsir, serta kitab ad-Durru al-Manstur fi at-Tafsir bi al-Ma’tsur karya Imam As-Suyuthy. Tentunya diantara ayat-ayat hukum yang ditafsirkan lewat periwayatan ini jumlahnya lebih sedikit bahkan mayoritasnya lebih kepada penguraian secara khusus tentang sebab turunnya (asbab an-Nuzul) suatu ayat yang berkenaan dengan hukum.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Tafsir dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s