Kelebihan dan Kekurangan Tafsir Maqarin dan Kitab-kitab yang Menggunakan Metode Komparatif

  1. Kelebihan-kelebihan Tafsir Maqarin

Manfaat yang dapat diambil dari metode tafsir ini adalah:

  1. Membuktikan ketelitian Al-Qur’an.
  2. Membuktikan bahwa tidak ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kontradiktif.
  3. Memperjelas makna ayat Al-Qur’an.
  4. Tidak menggugurkan suatu hadis yang berkualitas sahih.
  5. Dalam hal perbedaan penafsiran mufasir yang satu dengan yang lain, mufasir berusaha mencari, menggali, menemukan, dan mencari titik temu di antara perbedaan-perbedaan itu apabila memungkinkan, dan mentarjih salah satu pendapat setelah membahas kualitas argumentasi masing-masing.
  6. Memberikan wawasan yang luas, setiap ayat dapat ditinjau dari berbagai ilmu sesuai dengan keahlian mufassirnya.
  7. Membuka diri untuk selalu bersikap toleran. Semua pendapat dapat diterima selagi melalui proses dan kaidah yang benar.
  8. Dapat mengetahui berbagai penafsiran sehingga dapat mengembangkan pemahaman ayat.
  9. Membuat mufasir lebih berhati-hati dan tidak fanatik terhadap suatu paham tertentu.
  10. Kekurangan Tafsir Maqarin

Adapun kekurangan dari metode maqarin adalah sebagai berikut :

  1. Tidak cocok untuk pemula
  2. Metode komparatif terkesan lebih banyak menelusuri penafsiran-penafsiran yang pernah diberikan oleh para ulama daripada mengemukakan penafsiran-penafsiran baru.Akan tetapi, hal ini dapat diminimalisir dengan berpikir kreatif mengaitkannya dengan masalah yang sedang dihadapi.
  3. Kitab-kitab Tafsir Maqarin

Kitab-kitab tafsir yang menggunakan metode tafsir maqarin sangat langka tidak seperti kitab-kitab lainnya, di antara kitab tafsir maqarin adalah:

  • Durratut Tanzil wa Qurratu Ta’wil (mutiara at-Tanzil dan Kesejukan at-Ta’wil), karya al-Khatib al-Iskafi (w. 420 H / 1029 M)
  • Al-Burhan fi Taujih Mutasyabihil Quran (Bukti Kebenaran dalam Pengarahan Ayat-ayat Mutasyabih al-Quran), karya Taj al-Qarra’ al-Kirmani (w. 505 H / 1111 M)
  • Al-Jami’ li Ahkamil Quran (Himpunan Hukum-hukum al-Quran), karya al-Qurtubi (w. 671 H)
  • Al-Bahrul Muhith karya Abu Hayyan

Adapun buku-buku yang membahas tentang perbandingan manhaj dan ittijah para mufassir, antara lain:

  • Manhaj Ibni Athiyyah fit Tafsir, karya Doktor Abdul Wahhab Fayid, bab III: Muqaranah baina Ibni Athiyyah waz Zamakhsyari wabnil Arabi wal Baghawi, hlm. 300-391.
  • Madrasatut Tafsir fil Andalus, karya Doktor Mushthafa Al-Musyani, bab IV: Muqaranah bainal Mufassiriinal Andaluusiyyin wa bainal mufassirinal Masyriqiyyin fil Mudluu’at wal Manaahij, hlm. 721-891.
  • Tafsir Surati Ali Imran bainaz Zamakhsyari wa Abi Hayyan, oleh Doktor Athiyyah Shidqi Al-Athrasy, ditulis sebagai disertasi, fakultas dirasah Islamiyyah wal Arabiyyah Al-Azhar, Kairo.

Kesimpulan

Tafsir Maqarin secara praktis dapat dijumpai pada kitab-kitab tafsir yang awal-awal, meskipun belum dikenal sebagai suatu cabang ilmu tafsir.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Tafsir dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s