PENGGUNAAN HERMENEUTIKA PADA BIBEL

Kitab Bibel oleh para pendeta dianggap sangat sakral dan mendudukkan para pendeta ditempat yang sangat mulia, baik secara kekuasaan dan lain-lainnya, hal ini tidak boleh dibantah. Dogma seperti itu dikelak kemudian hari tidak bisa diterima oleh umat/ pengikut-pengikutnya dijaman yang lebih moderen. Mereka tidak yakin akan kebenaran teks-teks Bibel karena tidak ada bukti materiil yang meyakinkan dari teks yang awal. Tidak ada penafsiran yang ditetapkan yang diterima secara umum (ijmak). Tidak ada yang hafal/menghafal Bibel yang bisa mengembalikan teks-teks yang hilang dalam perjalanan sejarah. Banyak hal-hal yang tidak masuk akal bahkan tidak cocok dengan realita yang terjadi dan tidak bisa dijawab maupun diterangkan dengan tuntas oleh para pendeta. Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan pada tafsir monolitik, hingga pada suatu saat Martin Luther (1483 – 1546 M ) tampil menyerukan kebebasan dalam membaca Bibel, dan tidak hanya mencukupkan diri pada hasil pembacaan tunggal. Untuk meredam perbedaan ini supaya tidak semakin meruncing maka ditempuh jalan tengah, yaitu Bibel disampaikan dan diterangkan dengan metode Hermeneutika. Boleh menafsirkan kitab Bibel sesuai dengan konteks, kultur, bahasa disuatu wilayah dan masa tertentu/sejarah.

The New Encyclopedia Britanica edisi 15 tahun 1985 M menulis, bahwa hermeneutika adalah: “..the study of the general principles of biblical interpretation. ”. ( ..kajian tentang dasar-dasar umum pada pelaksanaan Bibel.”). Tujuan dari hermeneutika adalah untuk menemukan kebenaran dan nilai-nilai didalam Bibel. Dikalangan Kristen penggunaan hermeneuetika dalam interpretasi Bibel sudah sangat lazim, meskipun banyak menimbulkan perdebatan juga (Dr.C.Groenen, Paus Benediktus XIV dll.).

Bibel dalam kenyataan dan pandangan para pengikutnya adalan teks tulisan manusia (Markus cs.) yang mendapat inspirasi dari Roh Kudus, sehingga untuk bisa dimengerti diperlukan interpretasi tafsir atau hermeneutika.  Pada awalnya kitab itu hanya terdiri dari beberapa bahasa saja dan ditulis oleh segelintir penulisnya. Namun pada perkembangannya Bibel ditulis dalam banyak bahasa didunia ini dan semuanya diberi label sebagai kitab suci yang harus disakralkan. Sebagai terjemahan tentu sangat sulit untuk bisa sama sesuai yang dimaksud kitab induknya.

Awalnya metode hermeneutika ini diharapkan mampu mengubah masyarakat Kristen menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Menjadi lebih baik, toleran, realistis, tidak memaksakan kehendak, melindungi minoritas, persamaan hak, tidak merasa paling benar, lebih berbudaya dan berguna bagi masyarkat, mengukir sejarah dengan ukiran yang terbaik dan lain sebagainya. Tetapi sampai sekarang keinginan itu masih sebatas angan-angan belaka. Kenyataannya sikap bermusuhan, penindasan dan genderang perang justru semakin keras ditabuh. Dengan komando Amerika, maka orang Barat dibawah sekenario para pendeta dan misionaris mereka menghina, mencaci hingga menyerang bahkan membunuh kaum muslimin ditempat mereka maupun dinegeri-negeri Islam. Pemimpin Kristen yang biasa memimpin doa di Gedung Putih, Franklin Graham mengatakan didepan TV bahwa Islam adalah agama yang paling hina dan paling jahat (a very evil and wicked religion). Reverend Jerry Vines mantan presiden 16 juta jemaat gereja baptis selatan mengatakan Nabi Muhammad sebagai orang gila yang dimasuki roh jahat (demond obsessed paedophile). Robertson, pemimpin evangelist mengatakan bahwa Muslim jauh lebih buruk daripada orang-orang Nazi. dst.

Kondisi ini sungguh bertentangan dengan tujuan semula hermeneutika Bibel, bahkan semakin membingungkan dan sulit dimengerti. Akibatnya semakin menjauhlah umat dan tak acuhnya masyarakat terhadap gereja selanjutnya mereka lebih sekuler.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s