HERMENEUTIKA AL-QURAN DI INDONESIA

Buku-buku tafsir hasil metode hermeneutika dijadikan buku rujukan wajib dibanyak perguruan tinggi Islam , seperti karangan Abu Zayd, Fazlurrohman , karangan Muhammad Arkoun yang berjudul “ Rethingking Islam “. Buku ini secara tegas menyatakan perlunya dilakukan kritiks teks suci, termasuk Alquran. Katanya: “Sayang sekali bahwa kritik filosofi terhadap teks suci yang telah diterapkan pada Bibel berbahasa Hebrew dan Perjanjian Baru tidak ….dst”.             ” Dekonstruksi dari segala jenis ortodoksi adalah tugas yang paling esensial dari ilmu-ilmu saat ini”.

Hasil dari pengaplikasian metode hermeneutika di Indonesia memunculkan tokoh-tokoh liberal di sejumlah perguruan tinggi Islam negeri. Karena mereka menerapkan hermeneutika sebagai mata kuliah wajib pada jurusan tafsir dan hadits Fakultas Ushuluddin dan Filsafat semester VI serta disosialisasikan ke berbagai fakultas lainnya. Universitas Islam Negeri : UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, UIN SUNAN KALIJAGA JOGJAKARTA, UIN BANDUNG, UIN SEMARANG, UIN SURABAYA menerapkan metode hermeneutika sebagai madzhab resmi dan mengarahkan mahasiswa-mahasiswanya untuk menulis sekripsi/tesis dengan menggunakan metode hermeneutika dan bukan lagi tafsir konvensional. Mahasiswa harus dapat menjelaskan dan menerapkan ilmu hermeneutika dan semiotika terhadap Alquran dan hadits.

Masuknya wacana studi kritis Alquran dalam mata perkuliahan bidang tafsir hadits di beberapa IAIN/ UIN.

Litbang Departemen Agama pada 14 November 2006 memaparkan hasil laporannya tentang perkembangan paham liberal di sejumlah kota besar Indonesia. Mereka memaknai teks Aquran dan Alhadits secara liberal dengan mengutamakan semangat religio etik. “Alquran bukan lagi dianggap sebagai wahyu suci dari Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, melainkan produk budaya (muntaj tsaqofi)”. Rektor UIN Yogyakarta Amin Abdullah mengatakan bahwa sebagian tafsir dan ilmu penafsiran yang diwarisi umat Islam selama ini telah melanggengkan status quo dan kemrosotan umat Islam secara moral, politik, dan budaya. Hermeneutika sebagai kebenaran yang harus disampaikan kepada umat Islam. Metode tafsir konvensional klasik harus terus dikritisi karena tidak mengeksplisitkan kepentingan audiens terhadap teks. Tafsir klasik Alquran tidak lagi memberi makna dan fungsi yang jelas dalam kehidupan umat Islam. Dengan metode hermeneutika maka alquran dianggap sebagai bagian dari konteks sejarah, sehingga untuk jaman sekarang sudah dianggap “out of date” alias ketinggalan jaman. Berikut nama-nama pejuang hermeneutika di Indonesia :

  1. Tahun 1980 an era Munawir Sadzali pada Departemen Agama Indonesia yang akhirnya mengantarkan dirinya menjadi       Menteri Agama RI dan Harun Nasution di IAIN Jakarta.
  2. Profesor Amin Abdullah, rektor UIN Sunan Kalijogo Jogjakarta mengidentifikasikan teori historitas kontemporer Alquran dengan riwayat-riwayat sebab turun Alquran / asbabunnuzul. Misalnya dalam kasus Umi Maktum jelas ada dimensi historis dalam Alquran. Sehingga Prof. Amin menolak klaim bahwa Hermeneutika berasal dari barat, melainkan diakui bahwa dia itu ada pada agama Islam/Alquran. Sedangkan gurunya yaitu Nasr Abu Zaid tidak memasukkan asbabunnuzul sebagai bagian dari teori historisnya dan mengaku bahwa hermeneutika itu berasal dari barat.
  3. Ulil Abshor Abdala bersama Jaringan Islam Liberalnya (JIL) saat ini menduduki salah satu pemimpin staf penasihat       partai yang sedang berkuasa. Sering menjadi pembela kelompok yang memperjuangkan kebebasan,       feminisme, komunisme, kelompok minoritas yang anti hukum Islam.
  4. Nur Ichwan – dalam Master tesisnya dia tulis dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia mengatakan : “Teori hermeneutika Alquran Nashr Abu Zayd adalah salah satu contoh yang paling baik dari trend saat ini”.
  5. Dr. Yusuf Rahman dosen dan pakar hermeneutika di UIN Jakarta (dalam seminar nasional 27 April 2006 UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.) mengatakan bahwa apakah karena hanya hermeneutika dari Barat, atau dipakai untuk Bibel lalu tidak bisa diterapkan pada Alquran? jadi tidak ada masalah menerima hermeneutika sebagai metode tafsir Alquran…tidak adalagi monopoli penafsiraan oleh pihak tertentu….,tidak ada klaim yang ini lebih obyektif, lebih otentik, lebih benar dari pada JIL atau yang lain..dst.
  6. Buku Aksin Wijaya yang diterbitkan dari tugas akhir kesarjanaan strata-2 (testes master) di IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Dia mendudukkan Alquran Mushaf Utsmani sejajar dengan teks-teks lain yang tidak mempunyai nilai sakral maupun keabsolutan sedikitpun. Bagi Aksin yang sakral adalah pesan Tuhan yang nyempil disela-sela Mushaf tersebut dan itupun masih dalam proses pencarian, kemudian mempersilakan siapa saja bermain-main dengan mushaf Alquran yang belum jelas juntrung kesakralannya. Tesis ini dianggap sukses dan diberi kata pengantar oleh dua orang dotor serta layak diterbitkan untuk dikonsumsi secara umum.
  7. Fakhruddin Faiz, dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta yang sedang menyelesaikan S-3 nya di Universitas Yang sama. Dengan hermeneutika didapat bahwa Alquran adalah sebuah produk budaya hal ini dimaksud untuk mendobrak manipulasi pemahaman teks dan mengatasi pemutarbalikan pemahaman teks . Hal ini banyak terjadi dalam masa peradaban Islam oleh ulama terdahulu dalam menyikapi teks secara berlebihan dengan mengabaikan realita.

Colil Rohman, mahasiswa pasca sarjana IAIN Walisongo, konsentrasi Studi Komunikasi dan Dakwah Islam, membuat artikel berjudul “Terpaksa Menyingkirkan Wahyu : Upaya Menerobos Sekat Pemahaman Masalalu”. Dia menggugat pendeklarasian Islam sebagai agama formal. Muhammad tidak pernah secara formal mendeklarasikan Islam, tetapi hanyalah menyampaikan ide-ide tentang Islam. Akhirnya berkembang membentuk koloni kepercayaan yang mengidentifikasikan diri sebagai agama Islam selanjutnya terjaga secara sentral oleh faktor politik. Andai politik umat Islam tidak solid pasca kematian Muhamad niscaya ide tentang Islam yang dibangunnya sudah terkubur menjadi sebuah kenangan masa lalu atau dikenang sebagai sebuah mitos saja.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s