HASIL DARI PENAFSIRAN AL-QURAN DENGAN HERMENEUTIKA

Mereka tidak mengubah teks Alquran melainkan hanya menerapkan metode lain yang berbeda dengan apa yang selama ini dilakukan oleh ulama-ulama tafsir klasik. Hanya saja produk akhir yang dihasilkan adalah sangat berbeda. Sebagai contoh hasil produk hermeneutika terhadap Alquran adalah :

1.Proffesor Amina Wadud mengimami sholat Jumat di sebuah katedral di A.S dengan makmum laki-laki dan perempuan yang bercampur aduk dan muadzinnya seorang perempuan tidak berjilbab  tatkala melakukan sholat.

  1. Nashr Hamid Abu Zaid menyatakan jin, sihir, hasad dan syetan adalah mithos; Kata-kata itu adalah sebuah ungkapan yang berkembang dimasa pra-Islam karenanya unsur mithos jahiliyah masih mewarnai Islam dengan merombaknya makna setan sebagai kekuatan penghalang sedang sihir adalah alat memperdayanya.
  2. Poligami hukumnya haram. Solusi poligami yang ditetapkan Alquran adalah bersifat sementara atau tidak permanen dan tidak berarti membenarkan poligami. Poligami hanyalah solusi terhadap problem anak yatim yang sesuai untuk diterapkan pada abad 7 dan dipraktekkan secara meluas sehingga tidak dapat dikatakan bahwa poligami adalah hukum Islam. Jaman sekarang poligami tidak diperlukan bahkan dilarang karena merupaka penistaan terhadap wanita sebagaimana anak-anak yang lahir di keluarga mereka.
  3. Prof. Musdah Mulia menghalalkan perkawinan muslimah dengan laki-laki non-muslim.
  4. Dosen-dosen UIN Jakarta menjadi penghulu swasta dalam perkawinan antar agama.
  5. Alquran dipandang sakral secara substansi tetapi tulisan yang ada pada mushaf adalah budaya karena berbahasa manusia. Kita diperkenankan bermain-main dengan mushaf tersebut tanpa ada beban pada perasaan dan pikiran. Yang sakral dan absolut hanyalah   pesan Tuhan yang terdapat didalamnya, yang sampai saat ini masih dalam pencarian. Sulhawi Ruba 51 th, seorang dosen Sejarah Peradaban Islam semester II di hadapan 20 orang mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Surabaya pada 5 Mei 2006 secara sengaja menginjak-injak dengan sepatunya lafadz Allah yang ditulisnya untuk membuktikan bahwa Alquran bukanlah kitab suci, melainkan hasil budaya manusia. (GATRA 7 JUNI 2006)
  6. Muncul kasus sejumlah mahasiswa IAIN Bandung yang menghebohkan dengan membuat “area bebas Tuhan”. Ketika ulama dan yang lain memprotes atas tindakan seperti itu justru di bela oleh pimpinan kampus tersebut.
  7. Sorang dosen UIN Yogya alumnus Bonn Univercity, murid Abu Zayd menerbitkan disertasinya yang berjudul “ Alquran Kitab Sastra Terbesar”. Dalam pengantarnya buku ini Abu Zayd memberikan pujian yang luar sangat tinggi kepadanya.
  8. Jurnal “Justisia” terbitan Fakulyas Syariah IAIN Semarang misalnya pada edisi 23 Th. XI, 2003 memuat pengantar redaksi, “ Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut”. Juga edesi yang lain memuat beberapa tulisan diantaranya : “ Quran Perangkap Bangsa Qurasy”. “Pembukuan oleh Utsman : Sebuah Fakta Kecelakaan Sejarah”. Kritik Ortodoksisme: Mempertanyakan Ketidakkreatifan Generasi Pasca Muhammad”.”Adakah sebuah obyek kesucian dan kebenaran yang berlaku universal? Tidak ada! Sekali lagi tidak ada! Tuhan sekalipun”.
  9. Alquran disejajarkan dengan kitab-kitab lain semisal Bibel dan layak diperlakukan sama termasuk dalam hal menafsirkannya yang tidak terlepas dari relativitas, budaya, bahasa, history, realita dsb.
  10. Muncul faham feminisme.
  11. Dekonstruksi dan Desakralisasi terhadap Alquran.
  12. Dihalalkan perkawinan sesama jenis kelamin/ homoseksual ( lesbian dan gay ). Tahun 1996 Abu Zaid dalam pelariannya di Belanda bertemu dengan Dr. Rudolph Steinberger (psikolog masalah homoseksual dunia Islam). Darinya Abu Zaid mendapat pelajaran bahwa homoseksual bukanlah perilaku yang menyimpang, bukan penyakit melainkan secara biologis berbeda dari sisi genetika pada setiap individu dan ini adalah fenomena alam. Pandangan Islam terhadap homoseksual tidak berubah kecuali kita melakukan revolusi cara berpikir tentang Alquran dalam hubungannya dengan kehidupan kita.
  13. Pembagian warisan yang adil/ sama antara anak laki-laki dan perempuan. Sebelum abad 7 M wanita tidak mendapatkan harta warisan sedikitpun. Karena peraturan masyarakat menganut sistem patriarkal yaitu anak laki-laki tertualah yang berhak mewarisi semua harta peninggalan. Kemudian datanglah Islam mengubah peraturan ini maka wanita mempunyai hak waris sebagaimana terdapat dalam Alquran. Jadi substansinya adalah prinsip keadilan dan mengurangi/ membatasi bagian laki-laki lalu diberikan kepada perempuan sehingga perlahan tapi pasti mengarah kepada kesamaan laki-laki dan perempuan.
  14. Memakai jilbab tidak wajib bagi perempuan muslim/ muslimah karena busana jilbab bagi kaum   wanita adalah simbul penjelmaan pemasungan pada akal dan eksistensi sosialnya.
  1. Kesetaraan gender (gender equality).
  2. Hikmah terbesar dari hermeneutika terhadap Alquran adalah berkembangnya sikap inklusif dan toleran menghadapi keragaman serta melindungi minoritas. Hermeneutika dapat menyembuhkan konflik antar umat beragama.
  3. Aspek hukum/ hudud dalam Alquran yang tidak terkatakan adalah berkenaan dengan kondisi sosio-kultural Arab abad 7 M. Jadi hanya menggambarkan pesan realitas sosial dan tidak pada pesan spesifik perintah yang wajb dijalani. Penyebutan jenis hukuman secara spesifik (rajam, qishos dll.) dalam Alquran diambil dari budaya sebelum Islam agar Alquran mempunyai kredibilitas dengan peradaban kontemporer. Konsekwensinya semua bentuk hukum dalam Alquran tidak bersifat final melainkan boleh berubah menurut kondisi, sejarah, waktu dan tempat.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s