CONTOH KITAB TAFSIR YANG MENGGUNAKAN METODE TAHLILY

CONTOH-CONTOH KITAB TAFSIR YANG MENGGUNAKAN METODE TAFSIR TAHLILIY

 

  1. TAFSIR BIL MA`TSUR SEKALIGUS TAFSIR TAHLILIY
  2. Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur`an karya Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari
  3. Pembahasan Lafal Ayat
  • Dari segi kosa katanya

القول في تأويل قوله جل ثناؤه : { إِيَّاكَ نَعْبُدُ } .

قال أبو جعفر : وتأويل قوله (إيَّاكَ نعبُدُ) : لك اللهم نَخشعُ ونَذِلُّ ونستكينُ ، إقرارًا لك يا رَبنا بالرُّبوبية لا لغيرك . [1]

Artinya:

Perkataan mengenai ta’wil Kalam Allah yang pujian-Nya itu Maha Agung : { إِيَّاكَ نَعْبُدُ } . Abu Ja’far berkata : dan ta’wil kalam-Nya { إِيَّاكَ نَعْبُدُ } : hanya untuk-Mu ya Allah, kami khusyu’, kami merendah dan tunduk. Ini adalah ikrar kepada-Mu wahai Tuhan kami atas ke-rububiyahan-Mu, sama sekali tidak kepada selain-Mu.

  • Dari segi perbedaan qira`atnya

واختلفت القراء في قراءة قوله : لقضي إليهم أجلهم .

فقرأ ذلك عامة قراء الحجاز والعراق : ( لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ) ، على وجه ما لم يسمَّ فاعله ، بضم القاف من “قضي”، ورفع “الأجل“.

* * *

وقرأ عامة أهل الشأم:( لَقَضَى إِلَيْهِمْ أَجَلَهُمْ ) ، بمعنى: لقضى الله إليهم أجلهم.

* * *

قال أبو جعفر: وهما قراءتان متفقتا المعنى، فبأيتهما قرأ القارئ فمصيب، غير أني أقرؤه على وجه ما لم يسمَّ فاعله، لأن عليه أكثر القراء[2].

Artinya:

Dan para ahli qira`at berbeda pendapat dalam membaca kalam-Nya: لقضي إليهم أجلهم .

  • Orang-orang Hijaz dan Irak membaca ( لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ) dengan tidak menyebutkan siapa fa’il untuk fi’il قضي . Maka dari itu, huruf Qaf pada fi’il tersebut didhammah dan الأجل
  • Orang-orang Syam membaca ( لَقَضَى إِلَيْهِمْ أَجَلَهُمْ ) sehingga berarti sungguh Allah akan menentukan ajal-ajal mereka.

Abu Ja’far berkata, “Kedua bacaan itu sama-sama cocok maknanya. Maka bacaan manapun yang dibaca oleh qari`adalah benar. Tetapi saya lebih memilih untuk membaca yang tidak disebutkan fa’ilnya karena qira`ah tersebut dipakai oleh kebanyakan qari`. “

  1. Pembahasan Makna Ayat
  • Akidah

وأما تأويل قوله :”لا إله إلا هو” فإن معناه : النهي عن أن يعبد شيء غير الله الحي القيوم الذي صفته ما وصف به نفسه تعالى ذكره في هذه الآية . يقول :”الله” الذي له عبادة الخلق =”الحي القيوم”، لا إله سواه ، لا معبود سواه ، يعني : ولا تعبدوا شيئا سوى الحي القيوم الذي لا يأخذه سِنة ولا نوم [3]

Artinya:

Dan adapun ta`wil kalam Allah : لا إله إلا هو maka maknanya adalah: larangan untuk disembahnya sesuatu selain Allah. Dzat Yang Maha Hidup dan Yang Maha Menjaga yang sifat-Nya sudah Dia sebutkan dalam ayat ini. Allah berkalam: “Allah” yang memiliki peribadatan semua makhluk = tiada Tuhan selain Dia, tiada yang disembah selain Dia. Maksudnya: Dan janganlah kalian sembah sesuatu pun selain Yang Maha Hidup dan Maha Menjaga, yang tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur.

  • Cabang-cabang Syari’at dan Perincian Hukum

القول في تأويل قوله : { حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ }

قال أبو جعفر: يعني بذلك تعالى ذكره: حُرّم عليكم نكاح أمهاتكم = فترك ذكر”النكاح”، اكتفاءً بدلالة الكلام عليه . [4]

Artinya:

Perkataan dalam ta`wil kalam-Nya: حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ –telah diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian…- haram atas kalian tenikah karena aku biasa

Abu Ja’far berkata: Allah Ta’ala memaksudkan ta`wil ayat tersebut adalah diharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian… tidak disebutkan kata “nikah” karena kalimat di dalam ayat sudah cukup menunjukkan hal tersebut.

  • Pondasi-pondasi Akhlak

يقول تعالى ذكره : ولا تمش في الأرض مختالا مستكبرا ( إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ ) يقول : إنك لن تقطع الأرض باختيالك .[5]

Artinya:

Allah Ta’ala berkalam yang penyebutannya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dalam keadaan angkuh dan sombong. ( إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ ) Dia berkata: Sesungguhnya kamu tak akan pernah bisa membelah bumi dengan keangkuhanmu.

  1. Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir
  • Dari segi kosa katanya

وقال الضحاك : { يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى } قال : السر : ما تحدث به نفسك ، وأخفى : ما لم تحدث به نفسك بعد. [6]

Artinya:

Dan Dhahhak berkata : { يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى } dia berkata: السر : apa-apa yang kau bisikkan kepada dirimu sendiri. Dan أخفى : apa-apa yang tidak kau bisikkan kepada dirimu sendiri sesudahnya.

  1. TAFSIR BIR RA’YI SEKALIGUS TAFSIR TAHLILIY
  2. Mafatihul Ghaib karya Fakhrud Din Ar-Razi
  • Dari segi lafal ayat

الْحَيُّ الْقَيُّومُ فأما الحي فهو الفعال الدراك وأما القيوم فهو القائم بذاته. [7]

Artinya:

الْحَيُّ الْقَيُّومُ maka adapun الحي , dia adalah Yang Maha Bisa dan Maha Tahu segalanya. Adapun القيوم , dia adalah Yang Maha Berdiri sendiri.

  • Dari segi makna ayat

أما قوله تعالى : مِنْ قَبْلُ هُدىً لِلنَّاسِ .

فاعلم أنه تعالى بيّن أنه أنزل التوراة والإنجيل قبل أن أنزل القرآن ، ثم بيّن أنه إنما أنزلهما هدى للناس [8]

 

Artinya:

Adapaun kalam-Nya Ta’ala: مِنْ قَبْلُ هُدىً لِلنَّاسِ.

Maka ketahuilah bahwa Allah Ta’ala menerangkan Dia telah menurunkan Taurat dan Injil sebelum Dia menurunkan Al-Qur`an, kemudian Dia menerangkan bahwa sesungguhnya tiada lain Dia menurunkan keduanya (Taurat dan Injil) sebagai petunjuk untuk manusia.

  1. Al-Bahrul Muhith karya Abu Hayyan
  • Dari segi lafal

السمع : مصدر سمع سمعا وسماعا وكنى به في بعض المواضع عن الأذن [9]

Artinya:

السمع adalah masdar dari سمع سمعا وسماعا (sami’a, sam’an, sima’an). Di sebagian tempat kata tersebut dikinayahkan untuk telinga.

  • Dari segi makna ayat

فأتوا بسورة : طلب منهم الإتيان بمطلق سورة ، وهي القطعة من القرآن التي أقلها ثلاث آيات [10]

Artinya:

فأتوا بسورة maksudnya meminta untuk mendatangkan mutlaknya sebuah surat. Sedangkan surat itu sendiri adalah potongan dari Al-Qur`an yang paling sedikit jumlahnya 2 ayat.

[1] Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur`an, Ibnu Jarir, jz. 1, hlm. 157.

[2] Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur`an, Ibnu Jarir, jz. 15, hlm. 36.

[3] Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur`an, Ibnu Jarir, jz. 5, hlm. 368.

[4] Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur`an, Ibnu Jarir, jz. 8, hlm. 140.

[5] Jami’ul Bayan fi Tafsiril Qur`an, Ibnu Jarir, jz. 17, hlm. 449.

[6] Tafsirul Qur`anil ‘Azhim, Ibnu Katsir, jz. 5, hlm. 275.

[7] Mafatihul Ghaib, Fakhrud Din Ar-Raziy, jld. 7, hlm. 130.

[8] Mafatihul Ghaib, Fakhrud Din Ar-Raziy, jld. 7, hlm. 132.

[9] Al-Bahrul Muhith, Abul Hayyan Al-Andalusiy, jld. 1, hlm. 76.

[10] Al-Bahrul Muhith, Abul Hayyan Al-Andalusiy, jld. 1, hlm. 169.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Tafsir dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s