Mutasyabihat

Penutup

Setelah membahas tentang muhkam dan mutasyabih, dapat disimpulkan bahwa:

–        Dilihat dari kalam Allah Ta’ala:

(( الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آَيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِير ))

Maka, takrif muhkam di sini adalah sempurna. Artinya, semua ayat di dalam Al-Qur`an adalah muhkam, karena ayat-ayat Allah adalah kalam yang sempurna yang dengannya bisa dibedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang petunjuk mana yang kesesatan.

–        Dilihat dari kalam Allah Ta’ala:

(( الله نزل أحسن الحديث كتابا متشابها مثاني ))

Maka, takrif mutasyabih di sini adalah saling serupa. Artinya, semua ayat di dalam Al-Qur`an adalah mutasyabih, karena semua ayatnya saling menyerupai dalam keindahan bahasanya, satu ayat dengan ayat lain tidak bertentangan dalam hal kebenarannya.

–        Dilihat dari kalam Allah Ta’ala:

(( هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ ))

 

Maka, di dalam Al-Qur`an ada yang muhkam dan ada ayat yang mutasyabih. Takrif muhkam di sini adalah ayat yang jelas maknanya, dapat dipahami dengan melihat zhahirnya, tidak mempunyai kemungkinan dihapus hukumnya dan tidak memerlukan keterangan dari ayat yang lain untuk memahaminya. Dan takrif mutasyabih di sini adalah ayat yang masih diperselisihkan tentang penafsirannya dan penafsiran ayat yang sesungguhnya hanya Allah Yang Tahu.

 

 

–        Ayat-ayat muhkam meliputi ayat-ayat yang menunjukkan tentang keesaan Allah, kejadian alam, ayat-ayat hukum, ayat-ayat yang menasikh, dan ayat-ayat akhlak. Sedangkan ayat-ayat mutasyabih meliputi ayat-ayat yang mansukh, ayat-ayat yang menunjukkan tentang keadaan Allah (baik itu sifat-sifat-Nya atau perbuatan-Nya), huruf-huruf muqaththa’ah, dan semua ayat yang mengandung banyak penafsiran.

Pendapat yang paling benar dalam menanggapi ayat mutasyabih sifat adalah pendapat para salaf, yaitu mengimaninya dan menyandarkan makna sebenarnya kepada Allah, karena tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, Tafsir dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s