Aduh batal deh!

Amalan yang membatalkan puasa itu berupa amalan-amalan yang bertentangan dengan makna puasa itu sendiri,[1] yaitu makan, minum dan menyalurkan syahwat (nafsu seksual).

Barangsiapa melakukan salah satu perbuatan tadi (makan, minum dan mendatangi istri) maka ia batal puasanya dan harus mengganti (qadha) puasa tersebut di luar bulan ramadhan. Selain harus mengganti, orang yang mendatangi istri pada bulan Ramadhan juga harus membayar kifarah (tebusan).


[1] Lihat bab puasa, apaan tuh?

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, puasa dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s