Faedah Asbaannuzul 1


Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan dengan mempelajari dan bisa memahami riwayat-riwayat yang berkaitan dengan sebab-sebab nuzul di antaranya adalah :

  1. Bisa membantu memahami maksud ayat-ayat yang dimaksud. Sebab walaupun  bunyi ayat mampu diterjemahkan secara bahasa namun maksud ataupun makna  ayat tersebut terkadang masih belum bisa difahami.
  2. Menghindarkan dari kesalahpahaman sebab makna ayat yang dipahami secara bahasa terkadang berbeda dengan pemahaman yang sebenarnya. Pemahaman yang sebenarnya tersebut baru akan ditemukan melalui riwayat tentang asbabun nuzul ayat tersebut.

قَالَ عُرْوَةُ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقُلْتُ لَهَا أَرَأَيْتِ قَوْلَ اللَّهِ تَعَالَى{ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوْ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا }فَوَاللَّهِ مَا عَلَى أَحَدٍ جُنَاحٌ أَنْ لَا يَطُوفَ بِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَتْ بِئْسَ مَا قُلْتَ يَا ابْنَ أُخْتِي إِنَّ هَذِهِ لَوْ كَانَتْ كَمَا أَوَّلْتَهَا عَلَيْهِ كَانَتْ لَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ لَا يَتَطَوَّفَ بِهِمَا وَلَكِنَّهَا أُنْزِلَتْ فِي الْأَنْصَارِ كَانُوا قَبْلَ أَنْ يُسْلِمُوا يُهِلُّونَ لِمَنَاةَ الطَّاغِيَةِ الَّتِي كَانُوا يَعْبُدُونَهَا عِنْدَ الْمُشَلَّلِ فَكَانَ مَنْ أَهَلَّ يَتَحَرَّجُ أَنْ يَطُوفَ بِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَلَمَّا أَسْلَمُوا سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا نَتَحَرَّجُ أَنْ نَطُوفَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى{ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ }

 

Urwah berkata: Aku bertanya kepada Aisyah radliyallahu anha tentang kalam Allah (Sesungguhnya shafa dan marwa termasuk dari syiat-syiar Allah. (Barang siapa berhaji atau berumrah di baitullah, tiada dosa atasnya bila ia berthawaf di antara keduanya) Bagaimana pendapat anda? Demi Allah, seseorang tiada berdosa jika tidak berthawaf padanya. Aisyah berkata: Alangkah buruknya pendapatmu itu, wahai keponakanku. Jika ayat ini engkau takwilkan seperti itu memang orang yang tidak berthawaf tiada berdosa. Namun, ayat ini turun berkaitan dengan kaum Anshar. Sebelum mereka masuk Islam, mereka biasa berihlal untuk sang berhala Manat yang mereka sembah di Al-Musyallal (suatu nama tempat). Orang-orang yang berihlal merasa berdosa jika mereka mengelilingi Shafa dan Marwa. Tatkala mereka masuk Islam, mereka menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, kami  merasa berdosa jika mengelilingi Shafa dan Marwa. Allah pun menurunkan ayat ini.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, Tafsir dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s