Cara turunnya wahyu

Menurut Marnana’ Al Qoththan, Al Qur’an yang telah disampaikan kepada malaikatNya ada 2 cara :

1. Allah berbicara secara langsung kepada malaikat dan langsung difahami, selanjutnya disampaikan kepada Rasulullah SAW.

2. Al-Qur’an ditulis di Lauh Al Mahfudz kemudian disampaikan kepada malaikat menyampaikan kepada Rasul Allah dengan berangsur-angsur.

Adapun wahyu yang sampai kepada Allah ada beberapa macam diantaranya:

1. Malaikat memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi SAW.

2. Malaikat menampakkan diri sebagai seorang laki-laki serta mengucapkan sesuatu kepada Nabi SAW.

3. Diawali seperti bunyi lonceng.

4. Malaikat menampakkan wujud aslinya.

 

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ الحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الجَرَسِ ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ المَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي

Artinya :

Dari Aisyah Ummulmu’minin ra bahwasannya Haris bin Hisam ra bertanya kepada Rasullullah SAW lalu dia berkata wahai Rasulullah bagaimana wahyu datang kepada kamu? Maka Rasulullah SAW menjawab kadang-kadang datang kepadaku seperti gemerincing lonceng dan dia itu yang paling beratnya atasku lalu terputus dariku dan sungguh aku telah memahaminya apa yang dia katakan dan kadang-kadang malaikat menyerupakan seorang laki-laki kepadaku lalu berkata kepadaku maka aku faham apa yang dia katakan.

(H.R Bukhari).

 

Bukhari J I kitab 1 badul wahyi  bab 2 Hadits no 2                     1

 

 

Namun ada juga wahyu yang disampaikan kepada para nabi dengan memalui mimpi (Ru’yah Shohihah) seperti nabi Ibrahim dan suara dibalik tabir seperti Nabi Musa.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, Tafsir dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s