Beginilah tekad seorang muslim

Sesungguhnya dinul Islam tidak akan tegak kecuali di tangan seorang muslim yang bertekad kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memberikan kepada tauladan yang sangat jelas berkenaan akhlak yang mulia. Ketika Islam masih lemah dan masih muda belia, orang-orang kafir menawari akan memberikan kepada beliau jabatan, kekayaan, dan wanita asalkan beliau mau berhenti dari berdakwah. Jika beliau menginginkan jabatan dari dakwah, mereka berjanji akan memberikan jabatan tertinggi di tengah mereka kepada beliau. Jika beliau menginginkan kekayaan, mereka akan memberi beliau kekayaan yang melimpah sehingga beliau akan menjadi orang yang paling kaya di tengah bangsa Quraisy. Jika beliau menginginkan wanita, mereka akan memberi beliau wanita Quraisy yang paling cantik ketika itu. Namun, beliau mencontohkan kepada kita untuk berdiri teguh dalam memperjuangkan din dan memiliki tekad yang kuat demi itu. Beliau ucapkan semboyan yang abadi, akan selalu diingat dan dikenang oleh umat manusia. Jikalau mereka memberika matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, sungguh demi Allah aku tidak akan meninggalkan dakwah ini sampai Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya.

Hal ini juga dicontoh oleh sebaik-baik sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan sebaik-baik manusia setelah beliau shallallahu alaihi wa sallam, khalifah Rasulullah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sepeninggal Rasulullah, kemurtadan telah meraja lela di dunia Islam. Sampai-sampai diceritakan bahwa seluruh penduduk kota-kota di jazirah Arab murtad kecuali di tiga kota saja: Madinah, Mekah, dan Bahrain. Sebagian mereka beriman kepada nabi palsu dan sebagian mereka enggan membayar zakat. Abu Bakar Ash-Shiddiq yang memiliki perasaan yang sangat lembut dan halus ini, yang diceritakan apabila mengimami shalat bacaan Al-Qurannya  tidak terdengar karena kalah oleh suara tangisnya, memutuskan untuk memerangi penduduk jazirah yang murtad tersebut. Ketika beliau adalah satu-satunya orang yang berpendapat demikian dan seluruh para sahabat menentang beliau. Namun beliau berkata: Sungguh demi Allah, jika mereka tidak mau memberikan walau seutas tali kekang unta yang biasa mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, niscaya sungguh aku akan perangi mereka. Beliau juga bersikap yang sama dalam memutuskan untuk memberangkatkan pasukan perang Usamah yang sempat tertunda karena kewafatan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kebanyakan sahabat meminta Abu Bakar untuk membatalkan dan mengganti kepemimpan Usamah atas pasukan tersebut. Beliau berkata: Sungguh, andaikan saja ada serigala yang menyerang istri-istri Rasulullah, aku tidak akan membatalkan pengiriman pasukan perang yang telah Rasulullah putuskan untuk dikirimkan. Dalam masa dua tahun kepemimpimannya, Islam telah meluluhlantakkan dua imperium raksasa negara super power di zaman itu, Romawi dan Persia. Andaikan Abu Bakar tiada, sungguh Islam telah binasa.

Masih banyak contoh muslim-muslim perkasa di sepanjang sejarah Islam ini yang telah membuktikan kepada kita, hanya tekad yang kuatlah – setelah izin dan kitab Allah – yang dapat mengembalikan kejayaan Islam ini. Ada Nuruddin Zanki yang telah menanamkan tekad yang kuat kepada muridnya Shalahuddin Al-Ayyubi untuk merebut kembali kota Yerussalem dari tangan pasukan Salib. Beliau memerintahkan untuk membangun sebuah mimbar dan beliau bertekad untuk membawanya ke masjidil Aqsha. Keinginan beliau dapat direalisasikan oleh murid beliau, Shalahuddin. Setelah itu, Shalahuddin berhasil membebaskan Syam dan Mesir dari kesesatan dan bidah Syiah yang telah menjelma menjadi kerajaan besar di sana.

Masih ada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan sederetan ulama-ulama jihad lainnya. Sejarah negara kita Indonesia pun tak lepas dari teladan ini. Semangat tiga ulama muda yang berkobar telah merubah masyarakat Minangkabau menjadi masyarakat yang islami, yang dikenal dengan semboyannya: “Adat basandi syara’. Syara’ basandi Kitabullah.” Mereka berhasil membuat Minangkabau tunduk di bawah bimbingan kaum Paderi (kaum Ulama) dan selanjutnya mengobarkan perang besar melawan kaum penjajah kafir ketika itu yang dikenal dengan nama perang Paderi. Begitu pula, semangat panglima Diponegoro yang bercita-cita untuk menegakkan hukum Islam di wilayah kekuakasaan beliau di Jawa. Semangat beliau ini telah mengobarkan perang terpanjang dan terbesar yang menguras kekuatan dan kekayaan pemerintah penjajah kafir di Nusantara.

Ayoh, kaum muslimin, kita bangkitkan semangar dan tekad kita untuk mempelajari dan mengamalkan din Islam ini. Mengajarkan, memperjuangkan, dan menegakkannya atas diri kita, keluarga, dan masyarakat kita. Marilah kita berdoa kepada Allah agar diberi niat yang tulus dan azzam yang kuat.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, nasihat dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s