Beginilah seorang ulama

Telah datang kepada kita salah satu bukti kenabian Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Telah datang kepada kita zaman yang beliau janjikan, yaitu suatu zaman palsu penuh penipuan. Orang-orang jahat dijadikan pahlawan sedang orang-orang yang baik dijadikan musuh. Para pendusta dianggap orang yang dipercaya sedang orang-orang yang jujur malah dianggap pembohong. Orang-orang yang bodoh bicara lantang layaknya seorang pakar ilmu.

Di saat ini, diperlukan sosok-sosok ulama tsiqah yang dapat membimbing umat ini menuju keselamatan dunia dan akhirat. Umat ini harus memiliki kemampuan untuk membedakan manakah ulama akhirat dan manakah ulama dunya, manakah ulama yang baik dan manakah ulama yang jahat. Dalam sebuah tulisannya Ibnul Qayim menyebutkan ciri ulama yang jahat dan juga ciri ulama yang baik.

Ulama yang jahat adalah ulama dengan lidahnya ia menyeru kepada surga namun perbuatannya mengajak kepada kemaksiatan dan neraka. Ia adalah tokoh dan pemuka agama dari suatu ormas besar Islam namun ia membolehkan homoseksual, mengatakan jilbab tidak wajib, Al-Quran harus direvisi dan seterusnya. Ia mengajak orang untuk masuk jannah namun ia sendiri melanggar kemaksiatan.

Adapun ulama yang baik adalah ulama yang selain menguasai ilmu din, ia juga banyak terjun ke tengah masyarakat, mempunyai peran yang besar di masyarakatnya, terutama terjun ke medan jihad. Selain itu, ia dapat diteladani oleh masyarakatnya. Perbuatannya sesuai dan cocok dengan perkataannya dan perkataannya sesuai dan cocok dengan dalil. Orang belumlah bijak dan dapat mengatasi problematika umat ini jika ia hanya membaca kitab-kitab saja. Membaca kitab penting untuk dilakukan, namun lebih dari itu umat membutuhkan tauladan dan solusi yang nyata dari mereka. Jika ulama belum pernah berhadapan dengan problematika umat ini secara langsung, fatwa dan solusinya akan mengambang, tidak masuk akal, dan tidak akan menyelesaikan masalah.

Ciri yang lain adalah memiliki akhlak yang mulia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diutus untuk mengeluarkan manusia dari masa jahiliyah telah lebih dahulu dikenal dengan ketinggian akhlak beliau sebelum beliau dikenal dengan risalah beliau. Beliau memiliki akhlak yang lebih mulia dari para sahabat yang merupakan murid-murid beliau. Sampai-sampai Allah memuji ketinggian akhlak beliau dalam Al-Quran.

Selain itu, ulama haruslah pribadi yang mandiri dan tidak boleh memiliki hutang budi dan ewuh pakewuh sehingga ia tidak segan untuk memperingatkan siapapun yang salah. Sering kali ulama yang banyak dibiayai oleh pemerintah akan merasa ewuh untuk memperingatkan mereka. Sebab, al-insan abdul ihsan. Manusia itu dapat diperhamba oleh budi.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, nasihat dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s