My Father is Hero

Bagi seorang anak, kehadiran seorang ayah merupakan segalanya. Kebanyakan anak akan mengatakan bahwa ayahnyalah profil seorang pahlawan dan manusia sempurna. Namun, seringkali kewajiban, tugas, dan pekerjaan seseorang merampas kebahagiaan anak Adam yang masih belum matang tersebut. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak manusia sebelum mereka mencicipi bangku sekolah. Mereka mencari teladan dari orang tuanya namun mereka tiada hadir dalam kehidupan mereka. Lantas, ketika mereka salah mengambil teladan, orang tua mereka malah melemparkan seluruh tanggung jawab kepada mereka. Tidak menyelesaikan masalah namun malah menimbulkan masalah baru lagi. Tak jarang, ketika mereka  dewasa, orang tua justru menjadi musuh mereka. Ketika anak masih kecil, orang tua sering beralasan sibuk bekerja jika diminta untuk menemani. Tatkala orang tua sudah tua renta dan pensiun, si anak pun beralasan sibuk kuliah ketika orang tua minta untuk ditemani di rumah.

Tatkala menjadi guru di sekolah asrama saja, kuantitas dan kualitas pertemuan antara guru dan murid saja sangat berpengaruh bagi jalannya pendidikan di sana, apalagi orang tua. Ketika guru sering menemani dan bercengkrama dengan anak asuhnya, mereka lebih mau mendengarkan dan diatur oleh guru pengasuhnya. Ketika kehadirannya jarang, anak-anak lebih tidak respek dengannya.  Anak akan lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan para pengasuhnya, jika ia merasa diperhatikan oleh orang tuanya.

Jadi, meluangkan waktu sebentar saja untuk keluarga sangatlah berarti bagi anak, terutama dalam pendidikan din. Islam haruslah dikenalkan kepada anak sejak dini dan orang tualah orang yang pertama kali diperhatikan oleh mereka. Sebab, ialah pahlawan bagi mereka dan ialah idola utama mereka. Setiap anak dilahirkan di atas fitrah yang suci, fitrah orang yang beriman. Kemudian orang tualah yang akan menjadikan mereka beragama yahudi, kristen, katolik, bahkan komunis sekalipun. Setiap orang tua adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Memelihara anak tidaklah seperti memelihara ternak. Untuk menggemukkan ternak, orang hanya perlu memikirkan kebutuhan jasadnya saja, makanan dan kesehatan. Orang hanya perlu menyediakan banyak rumput dan mungkin bekatul untuk menggemukkan ternak-ternaknya. Namun, untuk memelihara anak, tidaklah cukup hanya memberinya uang. Ia masih membutuhkan kasih sayang, nasihat dan butuh untuk didengarkan. Lebih-lebih butuh bimbingan untuk memahami arti kehidupan. Perlu dibimbing untuk mengenal dan mengabdi kepada penciptanya, sehingga ia bahagia di dunia dan akhirat.

Lebih sulit lagi dalam memelihara anak perempuan. Orang tua haruslah dapat mengenalkannya kepada fitrahnya, sifat pemalu. Mendekatkan dirinya kepada akhlak yang mulia dan akidah yang kuat. Melindunginya dari pengaruh alam sekitarnya yang semakin bejat saja. Orang yang membiarkan anak perempuannya bergaul dengan bebas, berdua-duaan dengan lelaki yang bukan suaminya (meskipun orang menyebutnya “teman” atau “pacar” tetap saja bukan suaminya), keluyuran di waktu malam, malah dikatakan bijaksana. Membuat anaknya “mengenali dirinya” (apa maksudnya mengenal maksiat), “berkembang” (apa maksudnya berkembang dosanya), dan berhak mendapatkan pujian. Rasulullah bersabda: Barang siapa dikarunia dua orang anak perempuan lalu ia membesarkannya dan mendidiknya sehingga menjadi wanita yang shalihah maka ia mendapatkan surga. Wahai ayah, takutlah kepada Allah.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, nasihat dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s