Maulid Nabi

Umat Islam sedunia sama memperingati hari kelahiran Nabi besar mereka, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, pada tanggal 12 Rabiul Awwal pada setiap tahunnya. Mereka mengenang sebaik-baik manusia, suri tauladan mereka, penghulu mereka pembimbing mereka meniti jalan menuju jannah.
Mereka ada membaca barzanji dan shalawat dalam sebuah majelis yang sangat besar, menunaikan sedekah. Mereka menjadikannya sebuah ritual keagamaan yang mendarah daging, jika tidak dilakukan seolah agama mereka tidak sempurna.
Ada pula yang mengadakannya dalam bentuk yang lebih “modern”, tidak ada lagi barzanji dan semisalnya. Mereka sama berkumpul dalam sebuah majelis yang tidak kalah besar dan mereka berusaha mengambil pelajaran dan nasihat dari Nabi mereka. Ada yang menekankan pada pembicaraannya dalam hal-hal duniawi, bahwa beliau adalah seorang panglima besar yang brilian, negarawan yang sukses, seorang reformis sejati yang sukses dalam mencapai tujuannya. Mereka menyoroti beliau sebagai seorang manusia biasa dan mengenyampingkan fakta bahwa beliau adalah Rasulullah, seorang utusan Allah yang menerima wahyu.
Sebagian lain menyoroti beliau sebagai seorang Nabi yang Allah karuniai berbagai kelebihan yang tiada dimiliki oleh seorang manusia mana pun sebelum dan sesudahnya. Beliau adalah suri tauladan mereka yang membimbing mereka menuju ke surga dan menyelamatkan mereka dari bahaya dunia dan neraka. Oleh karena itu, mereka menekankan pelajaran-pelajaran tentang din dan akhirat dari perjalanan hidup beliau.
Sebenarnya, jika memang muslimin ini memang mencintai Nabi mereka ini, mereka pasti akan mau memikirkan apakah apa yang mereka perbuat dalam memperingati hari kelahiran beliau ini membahagiakan beliau atau malah membuat beliau sedih.
Tidakkah mereka ingat apa kata-kata terakhir yang beliau sebut di penghujung hidup beliau. Beliau terus berkata: Umatku … umatku … Umatku … . Beliau terus mengkhawatirkan keselamatan umat beliau sepeninggal beliau. Apakah mereka akan selamat dari siksa dan kemurkaan Allah?
Yeah, apakah mereka mau memikirkan apakah apa yang mereka perbuat dalam memperingati hari kelahiran beliau ini membahagiakan beliau atau malah membuat beliau sedih.
Apakah beliau ridla dan bahagia ketika melihat umat beliau menambah hari-hari peringatan selain dua Ied yang telah beliau tetapkan? Padahal beliau sudah bersabda:
كان لكم يومان تلعبون فيهما و قد أبدلكم الله بهما خيرا منهما : يوم الفطر و يوم الأضحى .
حم د ن جه حاكم فى المستدرك أبو يعلى صححه شعيب الأرنوط و الألباني
Artinya:
Kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain-main dan sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian dengan hari yang lebih baik dari keduanya: Hari Fitri dan Adlha.
Apakah beliau akan senang dan bahagia ketika mereka menambah-nambah perayaan-perayaan lain selain dari dua hari raya Fitri dan kurban tersebut. Rasulullah mengganti perayaan-perayaan Jahiliyyah dengan sebaik-baik perayaan, namun mereka malah meniru-niru orang Nashara yang memperingati hari kelahiran tuhan mereka.
Apakah Rasulullah ridla dan senang ketika umat beliau mengenang beliau sebagai seorang reformis, negarawan yang sukses, orang yang paling cerdas, padahal misi utama beliau adalah sebagai Nabi, bukan negarawan, bukan politikus, bukan reformis duniawi. Namun, beliau adalah seorang mushlih, seorang yang memperbaiki kehidupan akhirat dan din manusia. Beliau adalah seorang nabi yang dibekali keistimewaan dan selalu di bawah bimbingan dan wahyu Allah.
Umat tidak pernah dibebani untuk menjadi sepintar beliau. Tidak pernah diharuskan untuk menguasai ilmu perang dan politik. Meskipun, bukan berarti mereka tidak boleh memiliki kecakapan-kecakapan tersebut. Keduanya hanyalah pelengkap dan penghias, jika umat memiliki mereka akan menjadi lebih baik. Jika tidak, mereka tiada berdosa.
Umat ini hanyalah dibebani untuk menjadi orang yang seshalih Nabi. Beribadah dan berakhlaq sebagaimana beliau. Jika mereka tidak mampu, mereka akan binasa. Jika mereka tidak mau, mereka akan berdosa. Begitulah, misi utama beliau adalah memperbaiki din dan akhirat seseorang, bukan sebagai negarawan atau politikus dan ahli perang.
Inilah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, nasihat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s