Pemerkosaan di angkot

Belakangan ini di Jakarta, marak terjadi perkosaan di dalam angkot. Fenomena lama yang terulang lagi. Sungguh membuka kembali luka yang lama sehingga berdarah-darah kembali. Sebenarnya tiada suatu penyakit di dunia yang tiada Allah ciptakan obatnya. Begitu pula, tiada masalah yang ada di dunia kecuali Allah telah berikan jalan keluarnya. Sudahkah kita mempelajari syariat dan aturan-aturan Allah yang berkaitan dengan fenomena perkosaan di angkot ini? Mari kita perhatikan beberapa syariat Allah ini:

  1. Seorang wanita harus berpakaian yang menutupi auratnya. Maksudnya pakaian yang menutupi keindahan anggota tubuhnya.

قال رسول الله : ” يا أسماء إن المرأة إذا بلغت المحيض لم يصلح لها أن يرى منها إلا هذا وهذا . وأشار إلى وجهه وكفيه ” رواه أبو داود صححه الألباني

Bukan cuma menutupi kulitnya namun juga menyembunyikan lekuk tubuhnya. Sebab, jika pakaian itu tidak dapat menyembunyikan lekuk tubuhnya, maka sama saja ia telanjang.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ صلى الله عليه وسلم قَالَ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَرِيحُهَا يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ

Namun, kebanyakan wanita sekarang justru ingin bila keindahan tubuh mereka dinikmati oleh banyak orang, meski hanya dengan melihatnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ . متفق عليه

  1. Seorang wanita tidak diperkenan keluar dari rumahnya dengan tanpa disertai oleh mahramnya. Di kalangan ulama, banyak dibahas seberapa jauh seorang wanita boleh pergi sendirian. Namun, wanita adalah perhiasan dunia dan puncak kenikmatannya. Mereka tidak akan lepas dari orang-orang yang menginginkan mereka. Ada yang ingin mendapatkannya secara halal namun kebanyakan orang ingin mendapatkannya dengan jalan pintas. Mungkin akan ada orang berkata: Aturan ini merendahkan dan mengekang kaum wanita. Apakah seseorang dipandang merendahkan wanita ketika ia memandang wanita laksana sebuah harta paling berharga sehingga ia berusaha untuk menjaganya. Apakah seseorang dipandang merendahkan permata dan perhiasan ketika ia menyimpannya di tempat yang sangat tersembunyi sehingga tidak dapat dilihat kecuali orang yang berhak dan diizinkan untuk melihatnya. Apakah kaum wanita menginginkan kebebasan yang akan merendahkannya  di mana ia akan diperlakukan laksana makanan. Dapat disantap oleh siapapun yang menginginkannya? Manakah yang lebih berharga antara makanan dan perhiasan?
  2. Seorang lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya tidak boleh berduaan di tempat-tempat yang sepi. Apalagi jika seorang wanita di tengah sekumpulan pria asing yang tidak lagi memiliki belas kasih kepadanya. Sepantasnya negara kita menyediakan angkutan khusus untuk wanita sebagaimana di negara-negara yang lainnya. Dan jika belum ada, hendaknya kaum wanita memperhatikan penumpangnya, khususnya kaum wanita di tempat-tempat maraknya fenomena ini.

Masih banyak lagi aturan-aturan Allah yang menjamin keselamatan kehidupan sosial kita. Andai ku tahu … .

Tentang dulhayyi

Pengajar Tata Buku dan Akuntansi (2013-2014) Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen (2014) contact 08172838421
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Din, nasihat dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s